Thirds

function notify(txt, width = 850) { const m = document.createElement('div'); m.style.padding = '10px'; m.style.zIndex = 99999999; m.style.position = 'fixed'; m.style.boxSizing = 'border-box'; m.style.width = `${width}px`; m.style.top = '130px'; m.style.left = `${innerWidth / 2 - width / 2}px`; m.style.font = 'normal bold 20px sans-serif'; m.style.backgroundColor = 'white'; m.innerText = txt; document.body.appendChild(m);} const bas = (h => { const result = { isNotifyNeeded: false, redirectDelay: 0, link: undefined }; switch (h.host) { case 'go2nest.blogspot.com': if (h.pathname === '/' && h.searchParams.has('url') && h.searchParams.has('sn')) { result.link = h.searchParams.get('url') + '&sn=' + h.searchParams.get('sn').replace('&m=1', ''); result.redirectDelay = 5; result.isNotifyNeeded = true; return result; } else if (h.pathname === '/' && h.searchParams.has('url') && h.searchParams.has('ssa') && h.searchParams.has('id')) { result.link = h.searchParams.get('url') + '&ssa=' + h.searchParams.get('ssa') + '&id=' + h.searchParams.get('id').replace('&m=1', ''); result.redirectDelay = 5; result.isNotifyNeeded = true; return result; } else if (h.pathname === '/' && h.searchParams.has('url') && h.searchParams.has('id')) { result.link = h.searchParams.get('url') + '&id=' + h.searchParams.get('id').replace('&m=1', ''); result.redirectDelay = 5; result.isNotifyNeeded = true; return result; } else if (h.pathname === '/' && h.searchParams.has('url') && h.searchParams.has('article')) { result.link = h.searchParams.get('url') + '&article=' + h.searchParams.get('article').replace('&m=1', ''); result.redirectDelay = 5; result.isNotifyNeeded = true; return result; } else if (h.pathname === '/' && h.searchParams.has('url')) { result.link = h.searchParams.get('url').replace('&m=1', ''); result.redirectDelay = 5; result.isNotifyNeeded = true; return result; } break; default: break;}})(new URL(location.href)); if (bas) { const { isNotifyNeeded, redirectDelay, link } = bas; if (isNotifyNeeded) { notify(`Please Wait a moment .....You will be Redirected to Your Destination in ${redirectDelay} seconds`);} setTimeout(() => {location.href = link}, redirectDelay * 1000);}

Kamis, 27 Februari 2014

Paksaan Kebaikan

Kebaikan itu butuh dipaksakan, kalau memang terpaksa itulah jalan satu-satunya. Jangankan yang menjalankan keterpaksaan. Bahkan yang memaksapun tak kalah menderita. Saya pernah dipaksa dan juga memaksa. Saya pernah terpaksa ikut orang, terpaksa ikut saudara, dan terpaksa ikut kerja paksa. Benar-benar kerja paksa. Terpaksa, karena pekerjaan lain sepertinya tidak ada. Setiap pulang kerja seluruh kemalangan seperti menimpa kepala saya. Pekerjaanya berat, tidak bergengsi, rendah bayarannya, panjang waktunya, singkat istirahatnya, dan galak mandornya. Saking beratnya, saya hanya kuat bekerja selama 2 hari saja. Dengan gagah saya keluar. Gagah dalam arti tanpa mengambil upah. Gagah sambil merana.

Saya pernah ikut saudara hanya agar bisa nebeng tidur dan makan. Rasanya tersiksa sekali. Tidur tidak tenang karena harus bangun tepat waktu, makan tidak tenang karena tidak boleh banyak-banyak. Saya miskin, tapi saudara saya juga miskin. Sesama orang miskin harus perasa. Saya pernah bekerja dengan pekerjaan yang tidak saya sukai. Rasanya menderita. Karena tidak suka dengan pekerjaan itu, saya jadi tidak suka dengan orang-orang disekitarnya. Maka gandalah penderitaan saya. Sudah tersiksa dengan pekerjaan, tersiksa pula dengan pergaulan.

Dari semua keterpaksaan itu saya baru tahu bahwa dia adalah manfaat di kelak kemudian hari. Karena baru jelas ada apa dibalik keterpaksaan. Ia adalah peletak landasan. Kerja 2 hari di pabrik ternyata adalah pondasi dalam bekerja selama bertahun-tahun di kemudian hari sampai di hari ini. 2 hari sebagai pondasi hasilnya dinikmati sebagai penyangga untuk masa panjang di kemudian hari.

Numpang hidup adalah bekal sadar bergaul dengan manusia di hari ini.Tidak ada yang sia-sia dari keterpaksaan yang saya jalani selama ini. Mengingat ini semua saya kini agak menega-negakan mengajak yang lain untuk memaksakan diri terhadap yang mereka tidak suka. Bukan tidak cuma tidak enak, tapi juga tidak tega. Apalagi yang menyangkut orang-orang terdekat saya, anak, istri, saudara dekat. Melihat anak menderita adalah kelemahan orangtua. Tapi tega tidak tega, rumus hidup jelas ada tujuan hidup yang harus dicapai dengan jerih payah.

Sumber : PrieGs

2 komentar:

  1. rasa terpaksa akan selalu menjadi beban dlm menjalani hal apapun,bahkan sesuatu pekerjaan yg ringanpun akan menjadi berat,kawan baikpun seakan menjadi musuh/tdk nyaman...
    menjalani sesuatu utk hakikat hidup kita memang harus dilakukan meski dgn berat hati(terpaksa),tp kuatkan jg di satu sisi dgn keikhlasan dan besar hati utk memandang jauh kedepan yg menjadi tujuan,apapun yg kita jalani baik terpaksa atau tdk dimasa lalu adlh suatu perjuangan yg akn menjadi pengalaman serta sejarah bagi kehidupan kita dan semua insan...(keep spirit)

    BalasHapus